Saturday, November 3, 2012

Persyaratan Nikah Campur KUA




Banyak yang bertanya-tanya, susah ga sih nikah dengan WNA? disini kan suka diminta ini-itu, dipersulit. Sesuai pengalaman saya, pernikahan saya dengan suami berkebangsaan Australia itu lancar-lancar aja, ga ada sedikit pun oknum yang mengambil untung. Hanya saja kita memang harus cermat,kritis dan yang terpenting urus sendiri semua dokumen. Teruntuk teman-teman ku yang akan menikah, baru dilamar, ingin mulai persiapan atau hanya ingin tau info tentang nikah campur, berikut persyarata umum untuk WNI muslim yang akan menikah dengan WNA.
Bagi kamu yang akan melangungkan Pernikahan di KUA (Kantor Urusan Agama) harap membawa surat-surat sebagai berikut :
  1. Foto Copy KTP dan Kartu Keluarga (KK) untuk calon Penganten (caten) masing-masing 1 (satu) lembar.
  2. Surat pernyataan belum pernah menikah (masih gadis/jejaka) di atas segel/materai bernilai Rp.6000,- (enam ribu rupiah) diketahui RT, RW dan Lurah setempat. 
  3. Surat Pengantar RT – RW setempat.
  4. Surat keterangan untuk nikah dari Kelurahan setempat yaitu Model N1, N2, N4, baik calon Suami maupun calon Istri.
  5. Pas photo caten ukuran 2×3 masing-masing 4 (empat) lembar, bagi anggota ABRI/TNI/POLRI harus berpakaian dinas.
  6. Bagi yang berstatus duda/janda harus melampirkan Akta Cerai asli beserta salinan putusan berita acaranya dari Pengadilan Agama, kalau Duda/Janda mati harus ada surat kematian dan surat Model N6 dari Lurah setempat.
  7. Harus ada izin/Dispensasi dari Pengadilan Agama bagi :
    • Caten Laki-laki yang umurnya kurang dari 19 tahun;
    • Caten Perempuan yang umurnya kurang dari 16 tahun;
    • Laki-laki yang mau berpoligami.
  8. Ijin Orang Tua (Model N5) bagi caten yang umurnya kurang dari 21 Tahun baik caten laki-laki/perempuan.
  9. Bagi caten yang akan menikah bukan di wilayahnya (ke Kecamatan lain) harus ada surat Rekomendasi Nikah dari KUA setempat. (biasanya kita sebut surat numpang nikah)
  10. Bagi anggota ABRI/TNI/POLRI dan Sipil ABRI/TNI/POLRI harus ada surat Izin Kawin dari Pejabat Atasan/Komandan.
  11. Kedua caten mendaftarkan diri ke KUA tempat akan dilangsungkannya akad nikah sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) hari kerja dari waktu melangsungkan Pernikahan. Apabila kurang dari 10 (sepuluh) hari kerja, harus melampirkan surat Dispensasi Nikah dari Camat setempat.

SYARAT-SYARAT PERKAWINAN CAMPURAN (MENIKAH DENGAN WNA/BEDA KEWARGANEGARAAN) :
Bagi WNA (warga negara asing) yang akan melangsungkan pernikahan di Indonesia harus membawa persyaratan administrasi sebagai berikut :
  1. Surat pernyataan belum pernah menikah (masih gadis/jejaka) di atas segel/materai bernilai Rp.6000,- (enam ribu rupiah) diketahui 2 orang saksi. Bagi yang berstatus duda/janda harus melampirkan Akta Cerai/surat keterangan cerai yang asli.
  2. Foto copy piagam masuk Islam (khusus untuk yang mualaf).
  3. Foto copy Akte Kelahiran/Kenal Lahir/ID Card.
  4. Surat tanda melapor diri (STMD) dari kepolisian.
  5. Surat Keterangan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil apabila yang bersangkutan menetap di Indonesia.
  6. Tanda lunas pajak bangsa asing (bagi yang bekerja di Indonesia).
  7. Keterangan izin masuk sementara (KIMS) dari Kantor Imigrasi atau foto copy visa.
  8. Pas Port (foto copy).
  9. Surat Keterangan atau izin menikah dari Kedutaan/perwakilan Diplomatik yang bersangkutan.
  10. Semua surat-surat yang berbahasa asing harus diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh penterjemah resmi dan tersumpah.
Keterangan : Jikawali nikah tidak setuju calon pengantin bisa mengajukan permohonan ke Pengadilan Agama karena wali nikah tidak bersedia menjadi wali, jika dikabulkan nantinya akan menggunakan wali hakim adhol, dalam hal ini walinya pihak KUA (Kepala KUA), tapi sebelum ke Pengadilan Agama alangkah baiknya jika ditempuh jalan musayawarah.

Setiap Negara mempunyai kebijakan yang berbeda ya untuk proses kelengkapan dokumen WNA yang akan menikah di Indonesia. Ini pengalaman saya menikah dengan suami berkebangsaan Australia. Waktu saya dan suami menyiapkan dokumen sampai saya serahkan ke KUA Denpasar Selatan ini hanya memakan waktu 14hari loooh. Asal saya dari Jakarta, semua dokumen disiapkan dan saya bawa ke Bali, suami yang kebetulan tinggal di Bali bisa langsung minta kelengkapan dokumen ke konsulat Australia cuma 2jam saja :). Berbeda dengan Konsulat Australia di Jakarta, harus telefon kantor Embassy Australia untuk membuat appoitment dengan konsulat-nya. *saya dan suami waktu dijakarta sempat datang ke Embassy Australia di daerah kuningan, tidak diizinkan masuk, karena belum ada appoitment dengan salah satu staff kedutaan.
Untuk sertifikat Islam suami saya, di keluarkan oleh Masjid di Bali. Suami datang mengucapkan kalimat syahadat di saksikan olek sakti setempat (infak akan ditentukan oleh management masing-masing masjid). Untuk biaya dari KUA, kami hanya dikenakan uang pendaftaran Rp.20.000 dan Rp.700.000 untuk biaya dokumen dan pelaksanaan nikah di Pantai Sanur (tidak di KUA).
Semua ini juga di bantu oleh orangtua dan kakak saya yang sabaaaar banget ngebantu aku yang ga sabaran atau takut dipersulit atau diminta uang ini-itu :) Akhirnya kami melaksanakan pernikahan tanggal 1 July 2012 di pantai Sanur, Bali.

   
      



 

Intinya memang harus punya waktu banyak untuk mengurus dokumen sendiri, rela bolak-balik kalau-kalau persyaratan ada yang kurang, daftar jangan mepet dengan tanggal menikah (max 10hari sebelum tanggal nikah, karena kalau mepet ada dendanya, nanti malah diminta biaya VIP, (tips saya tanya penghulu nya kapan dia ada jadwal kosong, biar dia ga alesan jadwal penuh dan minta uang VIP kalau mau didahulukan. Baru deh kita tentuin tanggal menikah kita :). Banyak tanya ya ketika mengurus dokumen di Kelurahan/KUA, tanya Pak RT dll, jangan ke satu orang aja :)


Cheers
Melati Ferguson



7 comments:

  1. Mbak, ini pengurusan ke KUA untuk perkawinan campurannya berapa lama ya? terima kasih.

    ReplyDelete
  2. Mba, ini kalo WNAnya gak menetap d indonesia agak ribet juga donk prosesnya. .??

    ReplyDelete
  3. @Meg Nasir: daftar 1bulan sebelum hari H, biar bapak penghulunya atur jadwal, ga bentrok sama yg lain, kalo semua persyaratan sudah lengkap, 2hari sudah selesai ;)

    @Selfi: suami saya juga g menetap di indonesia, dokumen bisa di scan lewat email, tapi dilihat juga, wna dr negara mana, berhubung australia sama indonesia deket hubungannya, konsulat australia ga mempersulit,, tergantung dari negara calon suaminya :)

    ReplyDelete
  4. Mbak yg ngeluarin sertifikat islam di masjid mana?saya pernah denger gak semua masjid di bali bisa ngeluarin sertifikat islam...dan ada persyaratan khitan gak untuk menjadi muallaf di bali? :) makasiiiii.....

    ReplyDelete
  5. Masjid di ngurah rai dekat airport mba silvia ;) iya ada syarat yang dipenuhin, seperti passphoto,passport dll lalu pengucapan 2kalimat syahadat... karena ridak semua masjid admin nya mengeluarkan sertifikat untuk mualaf, kalau untuk jadi mualaf saja semua masjid bisa mba :)

    Khitan tidak diharuskan.. karena itu sunnah, jadi di masjid itu yang penting bisa 2kalimat syahadat dan belajar sholat.. dijalankan yang wajib saja ;) kebetulan suami saya sudah khitan sejak dia masih bayi, jadi tidak repot hehehehe....

    ReplyDelete
  6. 1.Apakah surat keterangan tidak berhalangan untuk menikah bagi WNA, bisa dibuat di kantor konsulat atau perwakilan di Surabaya atau Denpasar?....Atau harus di kedubes yang ada di Jakarta?...
    2. Berapa biaya untuk menerjemahkan surat dalam bahasa Indonesia?
    3. Apakah perlu surat dari kepolisian setempat
    Mohon info ...mks

    ReplyDelete